Cirebon – KAI Daop 3 Cirebon tengah melakukan perbaikan geometri di sejumlah perlintasan sebidang di Kota Cirebon. Masyarakat yang melintas diimbau berhati-hati selama pekerjaan berlangsung.

Saat ini, fokus perbaikan berada di JPL 200 Jalan Slamet Riyadi Krucuk dan akan bergeser ke JPL 202 Jalan Kartini. Perbaikan geometri dilakukan melalui penggantian rel, bantalan, penambahan batu ballast, hingga pengaspalan ulang. 

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pekerjaan ini penting untuk mengembalikan kondisi jalur yang berubah karena beban lalu lintas. 

“Semakin padat beban lalu lintas yang ada, dapat menyebabkan penurunan elevasi rel lebih cepat, sehingga akan berdampak pada kestabilan perjalanan KA,” ujar Muhibbuddin, dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/11/2025).

Menurutnya, penyelesaian perbaikan membutuhkan waktu karena setelah pembongkaran dan perbaikan, jalur harus melalui masa penstabilan sekitar tujuh hari. Dampaknya, lalu lintas di JPL 200 dan JPL 202 berpotensi tersendat. 

Meski begitu, kata Muhib, tidak ada penutupan jalan karena pekerjaan hanya menggunakan separuh ruas jalan.

“PT KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jalan dikarenakan adanya pekerjaan tersebut, khususnya di perlintasan JPL 200 Jalan Slamet Riyadi Krucuk dan JPL 202 Jalan Kartini,” ungkap Muhibbuddin.

Pengguna jalan diminta berhati-hati karena kondisi jalan di titik pekerjaan tidak sebagus biasanya. KAI juga menyiapkan petugas untuk mengamankan batu yang berceceran dan membantu pengendara yang kesulitan melintas.

“Kami mengimbau pengguna jalan yang melintasi area yang sedang diperbaiki untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat cuaca hujan, karena selain ada penumpukan material, juga ada lalu-lalang pekerja, serta selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang untuk mendahulukan perjalanan kereta api,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhibbudin mengatakan, selama Januari hingga November 2025, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan perbaikan geometri pada perlintasan sebidang secara periodik. Total ada 166 titik di jalur hulu dan hilir yang ditangani, yang tersebar di 82 lokasi perlintasan sebidang.