Cirebon – Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, mendadak ramai pada Selasa (3/3) sore. Ratusan warga memadati area tersebut untuk berburu kebutuhan pokok dalam gerakan pangan murah yang digelar di lokasi itu.

Pantauan di lokasi, antrean mengular di sejumlah stan yang menyediakan berbagai komoditas. Warga terlihat membawa tas belanja hingga kantong plastik, bersiap membeli kebutuhan rumah tangga.

Beberapa komoditas yang dijual di antaranya beras, telur, minyak goreng, serta bahan pokok lainnya. Petugas tampak sigap mengatur jalannya pembelian agar tetap tertib.

Kegiatan ini digelar oleh Polres Cirebon Kota sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Di antara kerumunan warga, Ulva terlihat sibuk berpindah dari satu stan ke stan lain. Ia sesekali berhenti untuk memastikan harga dan ketersediaan barang yang dibutuhkannya.

Perempuan itu tampak fokus mencari telur dan minyak goreng. Setelah beberapa saat mengantre, Ulva akhirnya keluar dari barisan sambil membawa kantong plastik berisi telur dan minyak goreng.

“Dapet minyak sama telur. Harganya lebih murah,” ujarnya.

Ulva mengaku harga komoditas yang ia beli di gerakan pangan murah ini lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Untuk telur, misalnya, ia membelinya seharga Rp28.500 per kilogram.

“Telur di sini Rp28.500, kalau di pasar sekarang Rp31 ribu per kilogram,” kata dia.

Sedangkan untuk minyak goreng, Ulva mendapatkannya dengan harga Rp29 ribu per 2 liter. “Minyak Rp29 ribu per 2 liter. Kalau di warung, 1 liternya Rp17 ribu,” kata dia.

Sekadar diketahui, gerakan pangan murah ini digelar oleh Polres Cirebon Kota sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar mengatakan kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat saat Ramadan, terutama menjelang Idulfitri. Kondisi tersebut kerap diikuti kenaikan harga di pasaran.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat. Ini sering berdampak pada kenaikan harga yang bisa memberatkan masyarakat,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Kegiatan ini, kata Eko, dilaksanakan bersama pemerintah daerah serta para mitra dan pelaku usaha untuk menjaga harga tetap stabil dan memastikan ketersediaan bahan pokok.

“Kami berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyebut ada sejumlah komoditas yang disiapkan dalam gerakan pangan murah tersebut.

Ia mengatakan komoditas yang dihadirkan merupakan bahan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, terutama menjelang Idulfitri.

“Ada sekitar 12 komoditas Bapokting. Ada beras, telur dan lain-lain,” kata dia.