
Cirebon – Pelantikan Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Cirebon periode 2026 – 2030 menjadi momentum penguatan peran perempuan di bidang olahraga sekaligus dorongan gaya hidup sehat di masyarakat.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang juga dilantik sebagai Ketua Perwosi, menegaskan komitmennya memperluas partisipasi perempuan dalam olahraga.
Pelantikan digelar Kamis (16/4/2026) dan menjadi ajang konsolidasi organisasi olahraga perempuan di Kota Cirebon. Dalam sambutannya, Siti Farida menekankan Perwosi memiliki posisi strategis dalam pembinaan sumber daya manusia, khususnya perempuan.
“Di era modern, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena itu, peran Perwosi menjadi semakin penting dalam mengajak perempuan untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, olahraga kini tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga menyangkut peran perempuan dalam keluarga dan masa depan daerah.
“Bagi saya, Perwosi bukan hanya tentang olahraga atau prestasi. Perwosi juga tentang perempuan, keluarga, dan masa depan kota Cirebon tercinta. Jika perempuan sehat, maka kota ini akan tumbuh lebih kuat dan lebih cepat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih rendahnya kesadaran berolahraga di kalangan perempuan menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
“Kita masih menghadapi kenyataan olahraga belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.
Siti Farida meminta kepengurusan baru Perwosi menjadikan tantangan tersebut sebagai dorongan untuk menghadirkan program yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap penguatan olahraga perempuan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung setiap langkah Perwosi, baik melalui kebijakan maupun penyediaan fasilitas. Harapannya organisasi ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok Kota Cirebon,” tambahnya.
Ia juga berharap Perwosi dapat menjadi motor penggerak kebangkitan olahraga perempuan sekaligus pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Yang kita mulai hari ini bukan sekadar pelantikan, melainkan sebuah kesadaran baru. Kesadaran kesehatan perempuan adalah fondasi kekuatan sebuah kota. Mari jalankan amanah ini dengan hati dan komitmen. Tidak perlu langsung besar, yang penting konsisten dan terus bergerak,” pesannya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cirebon, Abdul Sholeh, menegaskan pelantikan ini harus menjadi awal kerja nyata, bukan sekadar seremonial.
“Kami berharap pelantikan ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal sinergi yang kuat. Dinas Pemuda dan Olahraga siap membuka komunikasi dan berkolaborasi dalam setiap program yang akan dijalankan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan fasilitas olahraga yang sudah tersedia di Kota Cirebon.
“Di kawasan Bima Utama dan Bima Madya tersedia berbagai fasilitas seperti lintasan jalan, lapangan sepak bola, hingga kolam renang. Ini bisa menjadi ruang bersama untuk membangun kebiasaan hidup sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Perwosi untuk aktif menghadirkan program olahraga yang terarah dan berkelanjutan.
“Harapannya, geliat olahraga di Kota Cirebon semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.




