
Cirebon – Seorang perempuan nekat menyembunyikan dua paket tembakau sintetis dan ratusan pil tramadol di area alat vital untuk diselundupkan ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cirebon. Barang terlarang itu diduga akan diberikan kepada suaminya yang sedang mendekam di rutan tersebut.
Aksi wanita itu terendus saat ia datang untuk membesuk suaminya pada Rabu (24/6). Sejak proses kunjungan, petugas menaruh curiga terhadap gerak-geriknya.
Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Jonson Manurung, mengatakan awalnya petugas melihat adanya hal yang mencurigakan dari pengunjung tersebut.
“Petugas kunjungan mencurigai pengunjung ini. Kemudian berkoordinasi dengan petugas wanita untuk dilakukan pemeriksaan sesuai SOP,” kata Jonson di Kota Cirebon, Kamis (25/6/2026).
Karena diduga menyembunyikan barang di bagian tubuh yang sensitif, wanita itu kemudian dibawa ke toilet untuk menjalani pemeriksaan lebih detail oleh petugas perempuan.
“Hasil pemeriksaan ditemukan satu bungkusan yang disimpan di area sensitif atau alat vital,” ujarnya.
Dari bungkusan itu, petugas menemukan 103 pil tramadol dan dua paket narkoba jenis tembakau sintetis. Seluruh barang bukti langsung diamankan.
“Barang bukti yang ditemukan ada sebanyak 103 pil tramadol dan dua paket tembakau sintetis,” ucap Jonson.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pimpinan rutan. Pihak rutan kemudian berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Cirebon Kota untuk penanganan lebih lanjut.
“Tidak lama kemudian teman-teman dari Polres datang ke rutan untuk menindaklanjuti kasus ini,” kata Jonson.
Dari hasil pemeriksaan awal, barang-barang yang dibawa oleh wanita itu diduga akan diserahkan kepada suaminya yang berstatus warga binaan.
“Tujuannya untuk salah satu narapidana yang merupakan suaminya,” ujar Jonson.
Saat ini, kasus tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian. Sementara itu, suaminya juga menjalani pemeriksaan internal dan ditempatkan di ruang khusus.
Jonson menegaskan penggagalan penyelundupan itu berkat ketatnya prosedur pemeriksaan yang diterapkan kepada setiap pengunjung.
“Mulai dari pendaftaran sampai pemeriksaan semuanya dilakukan sesuai SOP. Tujuannya agar barang-barang terlarang tidak masuk ke dalam rutan,” pungkasnya.




