Cirebon – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Generasi Milenial Cirebon menggelar aksi bebersih Masjid Merah RW 06 Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Minggu (24/5). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendorong kepedulian generasi muda terhadap wisata religi dan sejarah lokal.

Aksi bersih-bersih itu dilakukan di area dalam hingga luar masjid. Selain membersihkan tempat ibadah, para pemuda juga menata lingkungan sekitar agar terlihat lebih nyaman dan asri.

Ketua pelaksana kegiatan, Ida Nur Amalia, mengatakan pemuda memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan potensi wisata religi di daerahnya masing-masing.

“Pemuda Cirebon harus lebih aktif dan ikut turut serta membangun serta mengembangkan wisata religi yang ada di wilayahnya. Karena masih banyak potensi wisata religi di Kota Cirebon yang belum dikenal luas,” ungkapnya.

Menurut Ida, kegiatan bebersih masjid menjadi salah satu langkah awal untuk mengenalkan tempat-tempat religi yang memiliki nilai sejarah dan budaya kepada masyarakat.

“Melalui gerakan sederhana seperti bebersih masjid ini, kami ingin mulai mengenalkan wisata religi yang ada. Harapannya masyarakat, khususnya generasi muda, lebih peduli terhadap sejarah dan budaya daerahnya sendiri,” lanjut Ida.

Sementara itu, Ketua Komunitas Generasi Milenial Cirebon Alpin Algani mengatakan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan maupun tempat ibadah akan menjadi agenda rutin komunitasnya.

Ia menyebut, pihaknya ingin menghadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi kalangan anak muda di Kota Cirebon agar energi dan kreativitas pemuda bisa diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kedepannya kami akan rutin melaksanakan kegiatan seperti ini dan kegiatan sosial lainnya untuk lebih mengenalkan Kota Cirebon, terutama wisata religi dan sejarah yang ada. Kami juga ingin mengubah aktivitas para pemuda ke arah yang lebih positif dan baik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka berharap aksi serupa dapat terus dilakukan di berbagai titik wisata religi lainnya di Kota Cirebon agar potensi sejarah dan budaya daerah semakin dikenal luas.