
Cirebon – Satu per satu penumpang berjalan menuju area boarding Stasiun Cirebon. Di depan pintu masuk, beberapa petugas tampak sigap menyambut. Dengan alat pemindai di tangan, mereka memeriksa tiket sebelum penumpang melanjutkan perjalanan.
Sekilas, tak ada yang berbeda dari aktivitas pelayanan di stasiun. Namun, petugas yang berdiri di area boarding pagi itu bukanlah pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka adalah anak-anak yang tengah menikmati libur sekolah.
Dengan seragam petugas stasiun yang dikenakan rapi, mereka mengikuti KAI Rail Academy, salah satu rangkaian KAI Schooliday 2026 yang digelar PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon di Stasiun Cirebon pada 11-12 Juli 2026.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak merasakan langsung pengalaman menjadi petugas stasiun selama sehari.
Tak sekadar mencoba memindai tiket, mereka juga dikenalkan dengan berbagai profesi di lingkungan stasiun. Didampingi petugas KAI, para peserta belajar melayani pelanggan, memahami alur pelayanan penumpang, hingga mengenal tugas-tugas yang dijalankan di area boarding.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan KAI Schooliday merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari komitmen KAI dalam memberikan layanan yang ramah anak, inklusif, sekaligus sarat nilai edukasi.
“Melalui KAI Schooliday 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian,” kata Muhibbuddin, Selasa (12/7/2026).
Selain KAI Rail Academy, KAI Daop 3 Cirebon juga menghadirkan KAI Mini Fair yang diisi berbagai kegiatan edukatif dan hiburan. Mulai dari seminar parenting, lomba mewarnai bertema perkeretaapian, pojok dongeng, hingga sosialisasi kesehatan gigi untuk anak-anak.
KAI juga menyediakan berbagai fasilitas ramah anak di stasiun maupun di dalam kereta, seperti Kid’s Zone, ruang laktasi, menu khusus anak di kereta makan, serta dukungan personel Polsuska dan petugas customer service yang selalu siaga membantu pelanggan.
“Dengan hadirnya KAI Schooliday 2026, kami berharap perjalanan menggunakan kereta api tidak sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi pelanggan cilik beserta keluarganya,” tutup Muhibbuddin.




