Bogor, Jawa Barat (16/4) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja dilaksanakan di Camp Bumi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/4). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si berserta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta ratusan peserta.

Program MBG merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini juga ditujukan untuk menekan angka stunting serta meringankan beban ekonomi keluarga.

Dalam paparannya, Anggota Komisi IX DPR RI drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan kesehatan nasional.

“Dalam upaya membangun fondasi kokoh menuju Generasi Emas 2045, pemerintah bersama mitra kerja DPR RI menekankan pentingnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terintegrasi dan berkelanjutan,” papar Achmad Ru’yat.

“Program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan intervensi holistik untuk membangun budaya kesehatan permanen di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan pendanaan program dilakukan secara terpusat oleh Badan Gizi Nasional, dengan dukungan berbagai pihak termasuk satuan pendidikan.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah wujud kehadiran negara untuk mengakhiri ketidakadilan gizi. Setiap porsi makanan yang tersaji adalah langkah nyata untuk memastikan anak Indonesia memiliki kapasitas kognitif yang tangguh untuk memimpin di masa depan,” tambahnya.

Dari sisi pelaksanaan, Badan Gizi Nasional memastikan tata kelola dan pengawasan program berjalan ketat. BGN memiliki peran strategis dalam menyusun kebijakan teknis, melakukan koordinasi lintas sektor, serta mengawasi distribusi program agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045.