Cirebon – Pelaku UMKM parfum di Kota Cirebon makin mengandalkan konektivitas digital untuk menjaga penjualan. Salah satunya Arie Dwinanto (33), pemilik Post Parfum, yang menyebut sebagian besar transaksinya kini datang dari platform daring.

Arie mengatakan sekitar 65 persen penjualan usahanya bergantung pada aktivitas live selling. Stabilitas jaringan pun jadi hal krusial saat ia siaran langsung setiap hari.

Ia mengaku pernah kesulitan karena koneksi internet kerap tersendat. “Selama sebulan ini pakai Hi-Fi Air, yang gua suka itu sinyalnya stabil. No delay, Bro,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.

Menurut Arie, gangguan koneksi sekecil apa pun bisa langsung menurunkan omzet karena penonton mudah meninggalkan sesi live.

Dengan biaya sekitar Rp 250.000 per bulan, ia mendapat kuota hingga 500 GB untuk kebutuhan siaran langsung selama dua jam per sesi.

Arie menyebut TikTok Live Shopping sebagai sektor yang paling terdampak bila koneksi terputus. “Stabilnya konektivitas itu nolong banget,” katanya.

Saat ini, Post Parfum menjual hingga 150 botol parfum per bulan dan bisa tembus 250 botol pada periode tertentu, dengan pengiriman hingga ke Malaysia dan Taiwan.