
Majalengka – Situ Cipanten di Kabupaten Majalengka terus bersolek menjadi kawasan wisata inklusif yang bisa dinikmati semua pengunjung tanpa terkecuali. Perbaikan fasilitas dilakukan bertahap dan diarahkan agar siapa pun bisa menikmati area wisata tanpa kesulitan.
Pujasera kini didesain agar mudah diakses oleh siapapun. Di area terpisah, tersedia toilet yang lebih mudah dijangkau dan dilengkapi ruang gerak lebih luas.
Pengelola dari BUMDes Karya Mekar juga menata jalur pejalan agar lebih rata, menyiapkan area parkir yang dekat dengan pintu masuk, serta menempatkan petugas yang siap membantu saat dibutuhkan.
Pembaruan ini ikut mendongkrak aktivitas ekonomi desa. Pendapatan BUMDes sudah menembus angka miliaran rupiah per tahun dan sebagian disetorkan sebagai PAD. Sisa dana dipakai untuk perawatan kawasan dan peningkatan layanan.
Dorongan pengembangan juga datang dari OJK Cirebon lewat program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan pengembangan wisata inklusif menjadi bagian penting program EKI di Majalengka.
“Program Desa EKI di Majalengka ini tidak hanya memperkuat akses keuangan, melainkan mengembangkan desa wisata ramah difabel sebagai keunggulan lokal” ujarnya.
Agus menyampaikan program ini dijalankan lewat kolaborasi OJK, Bank Indonesia, Pemkab Majalengka, pemerintah desa, BUMDes dan industri jasa keuangan. Tujuannya menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Direktur BUMDes Karya Mekar Yosep Hendrawan pihaknya mendukung pengembangan Desa EKI, karena selaras dengan pertumbuhan ekonomi desa termasuk sektor wisata.
Ia mengungkapkan pendapatan bruto BUMDes pada 2024 mencapai Rp2,4 miliar, sementara hingga September 2025 angkanya sudah menembus Rp2,5 miliar.
“Target kami Rp 3 miliar di tahun ini. Untuk setoran PADes, kami sudah menyetorkan hampir Rp 566 juta” jelasnya.




