
Cirebon – Ratusan motor trail diperkirakan akan memadati jalur-jalur menantang di wilayah Cirebon pada akhir Juni 2026. Para rider TS 125 dari berbagai daerah di Jawa Barat dijadwalkan berkumpul dalam ajang silaturahmi yang dikemas dengan tantangan lintasan off-road dan dual sport.
Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Trail TS 125 Megamendung Cirebon yang berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya. Selain menjadi ajang kumpul para pecinta trabas, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong promosi pariwisata di Cirebon.
Ajang silaturahmi TS 125 se-Jawa Barat ini bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-16 dan menjadi agenda rutin yang dinantikan para rider. Selain menjajal medan, momen ini kerap dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan bertukar pengalaman di antara anggota komunitas.
PIC TS Jabar Ngahiji ke-16 Megamendung Cirebon, Kuncung, menyebut kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang digelar secara berkala.
“Ini merupakan kegiatan rutin silaturahmi antaranggota trail TS 125 se-Jawa Barat yang dilaksanakan setiap enam bulan,” ujarnya Kamis (2/4/2026).
Dalam gelaran kali ini, panitia menyiapkan lintasan trabas sepanjang sekitar 35 hingga 40 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi beragam karakter medan di wilayah Cirebon, mulai dari jalur tanah hingga rute menantang lainnya. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026.
Meski dirancang menantang, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Panitia menyiagakan tim pengamanan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Akan disiapkan dua jalur yakni, jalur Off-road dan jalur dual Sport,” tegasnya.
Antusiasme peserta diperkirakan tinggi. Panitia menargetkan sekitar 600 rider dari berbagai komunitas trail di Jawa Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua IJTI Cirebon Raya, Kholid Mawardi, menilai kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki dampak lebih luas bagi daerah.
“Selain menjadi ajang olahraga otomotif, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata Cirebon kepada para peserta, sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Cirebon – Ratusan motor trail diperkirakan akan memadati jalur-jalur menantang di wilayah Cirebon pada akhir Juni 2026. Para rider TS 125 dari berbagai daerah di Jawa Barat dijadwalkan berkumpul dalam ajang silaturahmi yang dikemas dengan tantangan lintasan off-road dan dual sport.
Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Trail TS 125 Megamendung Cirebon yang berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya. Selain menjadi ajang kumpul para pecinta trabas, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong promosi pariwisata di Cirebon.
Ajang silaturahmi TS 125 se-Jawa Barat ini bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-16 dan menjadi agenda rutin yang dinantikan para rider. Selain menjajal medan, momen ini kerap dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan bertukar pengalaman di antara anggota komunitas.
PIC TS Jabar Ngahiji ke-16 Megamendung Cirebon, Kuncung, menyebut kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang digelar secara berkala.
“Ini merupakan kegiatan rutin silaturahmi antaranggota trail TS 125 se-Jawa Barat yang dilaksanakan setiap enam bulan,” ujarnya Kamis (2/4/2026).
Dalam gelaran kali ini, panitia menyiapkan lintasan trabas sepanjang sekitar 35 hingga 40 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi beragam karakter medan di wilayah Cirebon, mulai dari jalur tanah hingga rute menantang lainnya. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026.
Meski dirancang menantang, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Panitia menyiagakan tim pengamanan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Akan disiap dua jalur yakni, jalur Off-road dan jalur dual Sport,” tegasnya.
Antusiasme peserta diperkirakan tinggi. Panitia menargetkan sekitar 600 rider dari berbagai komunitas trail di Jawa Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua IJTI Cirebon Raya, Kholid Mawardi, menilai kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki dampak lebih luas bagi daerah.
“Selain menjadi ajang olahraga otomotif, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata Cirebon kepada para peserta, sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Cirebon – Ratusan motor trail diperkirakan akan memadati jalur-jalur menantang di wilayah Cirebon pada akhir Juni 2026. Para rider TS 125 dari berbagai daerah di Jawa Barat dijadwalkan berkumpul dalam ajang silaturahmi yang dikemas dengan tantangan lintasan off-road dan dual sport.
Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Trail TS 125 Megamendung Cirebon yang berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya. Selain menjadi ajang kumpul para pecinta trabas, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong promosi pariwisata di Cirebon.
Ajang silaturahmi TS 125 se-Jawa Barat ini bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-16 dan menjadi agenda rutin yang dinantikan para rider. Selain menjajal medan, momen ini kerap dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan bertukar pengalaman di antara anggota komunitas.
PIC TS Jabar Ngahiji ke-16 Megamendung Cirebon, Kuncung, menyebut kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang digelar secara berkala.
“Ini merupakan kegiatan rutin silaturahmi antaranggota trail TS 125 se-Jawa Barat yang dilaksanakan setiap enam bulan,” ujarnya Kamis (2/4/2026).
Dalam gelaran kali ini, panitia menyiapkan lintasan trabas sepanjang sekitar 35 hingga 40 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi beragam karakter medan di wilayah Cirebon, mulai dari jalur tanah hingga rute menantang lainnya. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026.
Meski dirancang menantang, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Panitia menyiagakan tim pengamanan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Akan disiap dua jalur yakni, jalur Off-road dan jalur dual Sport,” tegasnya.
Antusiasme peserta diperkirakan tinggi. Panitia menargetkan sekitar 600 rider dari berbagai komunitas trail di Jawa Barat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua IJTI Cirebon Raya, Kholid Mawardi, menilai kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki dampak lebih luas bagi daerah.
“Selain menjadi ajang olahraga otomotif, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata Cirebon kepada para peserta, sekaligus menarik kunjungan wisatawan.




