Cirebon – Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) resmi dilepas untuk mengikuti program magang internasional di Taiwan. Mereka akan menjalani internship di berbagai sektor industri selama kurang lebih satu tahun.

Pelepasan mahasiswa dilakukan dalam kegiatan Send Off Ceremony International Internship Program to Taiwan yang digelar pada Selasa (12/5/2026).

Program bertajuk “FEB UGJ Goes to Taiwan” itu menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperluas pengalaman internasional mahasiswa sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.

Dekan FEB UGJ, Acep Komara mengatakan program tersebut bukan hanya memberi pengalaman kerja profesional, tetapi juga membentuk mentalitas dan kemampuan adaptasi mahasiswa di lingkungan internasional.

“Kami ingin mahasiswa FEB UGJ tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional, mentalitas profesional, dan kemampuan adaptasi yang kuat dalam menghadapi dunia kerja global,” kata Acep dalam keterangannya.

Menurutnya, program magang internasional juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar budaya kerja, komunikasi lintas budaya, kedisiplinan, hingga penguatan kemampuan bahasa asing.

Ia menegaskan, program tersebut tidak semata-mata soal penghasilan atau kompensasi finansial. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman hidup dan relasi internasional yang bisa menjadi bekal di masa depan.

Acep juga mengingatkan para peserta agar menjaga disiplin serta menghormati aturan dan budaya selama berada di Taiwan. Sebab, mahasiswa yang berangkat dinilai membawa nama baik kampus dan Indonesia.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ketika kalian berada di negara lain, maka kalian harus menghormati aturan dan budaya yang berlaku di sana,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa diminta menjalani program ini secara serius dan profesional. Ia menekankan program tersebut bukan sekadar perjalanan santai ataupun wisata ke luar negeri.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UGJ Bidang Humas, Kerja Sama, Promosi, dan Urusan Internasional, Cita Dwi Rosita menyebut program magang internasional menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari keberangkatan mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga proses pendampingan dan capaian akademik selama internship berlangsung.

“Program ini tidak hanya harus sukses secara pelaksanaan, tetapi juga harus memiliki dokumentasi akademik yang terukur dan berkualitas sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bukti nyata kontribusi internasionalisasi terhadap peningkatan mutu institusi,” kata Cita.

Ia menjelaskan, para mahasiswa telah menjalani proses persiapan selama sekitar lima bulan. Mulai dari seleksi, pembekalan, penguatan bahasa, hingga kesiapan mental sebelum mereka diberangkatkan.

Cita pun meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Sebab, tidak semua mahasiswa memiliki peluang mengikuti program internasional.

“Tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan ini. Karena itu, syukuri dengan kesungguhan, jaga dengan tanggung jawab, dan buktikan bahwa mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati mampu bersaing, beradaptasi, dan dipercaya di lingkungan internasional,” pungkasnya.