

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dengan melaksanakan lelang dini Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 23 ruas jalan di berbagai wilayah dipastikan masuk tahap perbaikan.
Percepatan proses lelang dilakukan agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai sehingga masyarakat lebih cepat merasakan manfaat pembangunan infrastruktur. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon.
Adapun ruas jalan yang akan ditangani meliputi Jalan Sindanglaut-Ciawigajah, Sindanglaut-Pabuaran, Halimpu-Wangkelang, Klangenan-Panguragan, Celancang-Pangkalan, hingga Playangan-Bojongnegara.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada Jalan Arjawinangun-Suranenggala, Gebangilir-Waled, Megu-Lurah, Palimanan-Kramat, Tegalgubug-Kaliwedi, Tegalsari-Lemahtamba, Sindangjawa-Mandirancan, dan Gegesik-Kedungdalem.
Ruas lainnya yang masuk daftar penanganan yakni Pangarengan-Sindanglaut, Kalirahayu-Tawangsari, Dawuan-Wanakaya, Gesik-Sendang, Dukupuntang-Girinata, Mundu-Pamengkang, Waled-Cibogo, Jamblang-Bakung, serta Cideng-Kertawinangun.
Panjang penanganan di masing-masing ruas bervariasi, mulai dari 175 meter hingga lebih dari satu kilometer dengan lebar jalan antara 3,5 meter sampai 6 meter. Sebagian besar pekerjaan menggunakan konstruksi betonisasi untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan jalan.
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, mengatakan pemerintah daerah menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon dapat tercapai pada 2029.
Menurutnya, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon hingga akhir 2025 telah mencapai sekitar 86 persen. Dari total panjang jalan sekitar 1.410 kilometer, sepanjang 98 kilometer merupakan jalan nasional, 72 kilometer jalan provinsi, dan 1.240 kilometer merupakan jalan kabupaten.
Pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur antarwilayah untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selain mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah turut mengupayakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pada 2026, terdapat tiga ruas jalan kabupaten yang direncanakan mendapat bantuan penanganan dari pemerintah provinsi. Sebelumnya, sejumlah ruas jalan di wilayah Pasaleman, Ciledug, Tonjong-Luwiasem, Kramat, Cisaat, Mandala, hingga Pasawahan telah memperoleh bantuan pembangunan dari Pemprov Jawa Barat.
“Sekarang masih proses asistensi DED. Mudah-mudahan bisa terealisasi seperti bantuan provinsi tahun sebelumnya,” ujar Sunanto.
Selain itu, DPUTR juga tengah menyiapkan lelang tahap ketiga dengan sekitar 70 paket pekerjaan tambahan. Mayoritas paket pekerjaan tersebut memiliki nilai di bawah Rp1 miliar dan tetap menggunakan konstruksi betonisasi.




