Cirebon – Program padat karya pembersihan saluran air digelar di sejumlah desa di Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan telah rampung membersihkan saluran air hingga sekitar 8 kilometer.

Kepala Bidang Penempatan dan Transmigrasi Disnakertrans Jawa Barat Hendra Kusuma Sumantri mengatakan kegiatan itu merupakan titik kelima dari program padat karya yang dilaksanakan di Jawa Barat.

“Dari kegiatan kami, ini posisi sudah titik ke-5, berjalan dengan lancar dan bahkan melebihi target sebetulnya. Dari target berdasarkan jumlah 4,5 km per titik, ini sampai 8 km. Sangat baik,” kata Hendra di Cirebon, Selasa (11/8/2026).

Hendra mengatakan program tersebut memberikan dua manfaat. Selain memberikan penghasilan bagi masyarakat yang terlibat, pembersihan saluran juga diharapkan membuat fungsi saluran air kembali lebih baik.

“Ini sangat baik dan mungkin sangat berdampak kepada dua hal. Pertama, berkaitan dengan masalah upahnya, secara ekonomi, dan dari fungsi ekologis dari saluran air juga mungkin akan lebih baik ke depan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, program padat karya tersebut dilaksanakan di delapan titik yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Barat.

Sementara itu, Kuwu Desa Keraton Muali mengatakan panjang saluran air di wilayah Desa Keraton dan desa-desa sekitar mencapai hampir 8 kilometer. Sebagian saluran juga telah dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat.

“Programnya sih 4.000 sekian meter. Cuman karena sungai-sungai atau kali-kali di wilayah, khususnya Desa Keraton dan desa-desa sekitar itu kurang lebih hampir ada 8.000 meter. Dari pekerjaannya, ada swadaya dari masyarakat itu sekitar kurang lebih 2.000 atau 3.000 meteran,” kata Muali.

Menurutnya, masyarakat merasa terbantu karena mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan tersebut. “Dan pada intinya sih pada tahun ini mudah-mudahan tidak lagi terjadi air melimpah ke pekarangannya masyarakat,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Tarseni mengatakan kegiatan tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan pelaksanaannya telah selesai. Dia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut ke depannya.

“Hari ini sudah selesai, ini titik yang terakhir, sudah seratus persen,” kata Tarseni.