Cirebon – Guci berisi ikan bekasem dibuka di Keraton Kasepuhan Cirebon, Kamis (20/8/2026). Daging ikan yang selama hampir sebulan difermentasi di dalam guci itu kemudian dikeluarkan untuk dicuci dan dijemur.

Ikan bekasem tersebut merupakan bagian dari persiapan hidangan untuk puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan. Sebelum dapat disajikan, ikan masih melalui sejumlah tahapan setelah proses fermentasi selesai.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat, mengatakan ikan bekasem telah disimpan di dalam guci selama hampir satu bulan.

“Sudah difermentasi di guci itu sekitar satu bulan. Ini baru dibuka,” kata Goemelar saat ditemui di Keraton Kasepuhan.

Guci yang dibuka itu berisi potongan daging ikan yang telah melewati proses fermentasi. Daging kemudian diambil secara bertahap, dicuci, dan ditata untuk dijemur.

Tahap penjemuran belum menjadi akhir dari proses pengolahan. Setelah itu, ikan akan kembali diolah sebelum disajikan bersama nasi jimat pada puncak peringatan Maulid Nabi.

“Ikannya setelah dibuka kemudian dijemur. Nantinya akan diolah dan disajikan dengan nasi jimat,” ujarnya.

Tradisi membuat ikan bekasem telah dilakukan secara turun-temurun di lingkungan Keraton Kasepuhan. Abdi Dalem Keraton Kasepuhan, Satu, mengatakan hidangan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sudah turun-temurun. Sudah dipersiapkan hidangan untuk peringatan Maulid Nabi,” katanya.

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan ikan bekasem adalah ikan marlin. Ikan terlebih dahulu dibersihkan hingga bagian yang tersisa berupa daging.

Daging ikan kemudian dipotong dan dicampur dengan nasi, garam, serta gula merah. Campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam guci untuk difermentasi.

“Satu-satu potongan daging ikan dicampur dengan nasi, garam, gula, terus dimasukkan ke dalam guci,” ujar Satu.

Kebersihan menjadi perhatian dalam proses tersebut. Guci yang digunakan untuk fermentasi dan proses memasukkan bahan harus dipastikan dalam kondisi bersih.

“Harus betul-betul steril,” ujarnya.

Ikan bekasem yang telah melalui proses fermentasi dan kini dijemur akan menjadi salah satu bagian dari hidangan nasi jimat. Hidangan tersebut nantinya disajikan dalam rangkaian puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan.